TAKENGON, KABARGAYO | Malam kedua sholat Tarawih Di Masjid Agung Ruhama Takengon, ada 12 shaf untuk melakukan sholat Isha dan tarawih.
Seperti biasa sebelum melaksanakan 12 rakaat sholat tarawih ada kuliah umum (Kultum) 15 menit yang diisi oleh Prof Dr. Ridwan Nurdin, MCL.
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyampaikan menjalankan ibadah puasa adalah untuk pengendalian diri dan menahan diri dari yang dilarang.
Misal, makan siang hari sebelum waktu berbuka dan membicarakan orang lain saat menjalankan puasa. Jika itu dilakukan tentu akan mengurangi pahala puasa.
“Kita mau puasa kurus atau Puasa gemuk,” kata Prof Ridwan Nurdin. Yang dalam penjelasan puasa kurus adalah puasa yang kurang pahala. Dan puasa gemuk, puasa yang banyak pahala.
Tidak hanya itu, Prof Nurdin juga mengajak jamaah untuk menahan nafsu saat menjalankan ibadah puasa. “Karena target kita menjalankan puasa menjalankan puasa adalah meraih kemenangan. Apapun formasi yang kita bangun saat menjalankan puasa,” ungkap Prof Nurdin, 19 Pebruary 2026 di Masjid Agung Ruhama Takengon.
Bulan ramadan ini adalah bulan penuh rahmad dan Bulan penuh ampunan, “jangan kita lalai melewatkanya,” ajak Rektor IAIN itu.
Dan setelah menjalankan ibadah puasa tahun ini setiap kita Muslim harus ada perubahan terhadap diri masing-masing.
“Kalau tidak ada perubahan berarti ada yang salah dalam menjalankan ibadah puasa. Puasa melatih diri kira kuat menghadapi cobaan apapun dan harus bersabar,” ajak Prof Ridwan lagi.
Lain itu jangan pernah tidak membaca Al-Qur’an dalam bulan suci ini. “Usahan kita khatam Alqur’an dalam bulan suci ramadan ini,” tutup Ridwan Nurdin mengakhiri kultum singkat.
Penulis, JURNALISA