TAKENGON, KABARGAYO | Baiksyah warga warga Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Warga ini mempertanyakan kemana “larinya” nilai uang miliaran rupiah yang diduga dikumpulkan atas perintah Ketua Forum Reje Kabupaten.
Dana itu diduga dikumpulkan langsung ditransfer ke rekening pihak ketiga sebagai Vendor.
Kasak kusuk terkait dana ini jauh hari dipertengahan tahun 2025 lalu memang sudah santer dibicarakan di kalangan para reje dan masyarakat serta LSM.
Namun berjalan waktu hingga akhir tahun, tepatnya di bulan November 2025 sebelum bencana menerpa Aceh Tengah. Konon dana itu kabarnya sudah terkumpul. Dan tiga hari sebelum bencana eksekusi sepihak dilakukan tanpa ada yang mengetahui.
Karena Aceh Tengah sedang sibuk menangani bencana alam. Nah, wajar saja saat ini Baiksyah menanyakan dimana keberadaan uang yang nilainya miluaran rupiah dari 295 kampung dan semua wajib setor, kalu tidak diduga akan diperiksa.
Dana desa itu dikumpulkan sebesar Rp.12,5 juta perdesa dan dana itu diduga atas perintah Ketua Forum Reje kabupaten.
Dana tadi diperuntukan bagi pelatihan koperasi Desa. Nah, entah benar atau tidak kegiatan itu ada dan berjalan sesuai rencana. Namum saat bencana ramai reje di Aceh Tengah menanyakan keberadaan dana tersebut.
“Ya saya saat bencana perlu dana. Dan kegiatan pelatihan koperasi Merah Putih juga tidak ada. Bagusan tempo hari kami beli beras dibagikan untuk warga,” sebut salah seorang reje dari Kecamatan Silih Nara yang namanya enggan disebut.
Lain itu Baiksyah, “Uang yang dikumpul tahun 2025 sebesar Rp12,5 juta untuk pelatihan koperasi Merah Putih kemana menguapnya?” kata Baiksyah kepada Wartawan, 15 Pebruary 2026.
Baiksyah menegaskan, dana itu bukan uang pribadi, bukan pula hasil iuran suka rela. Itu dana desa, uang negara yang seharusnya punya jejak administrasi, laporan, dan pertanggungjawaban yang jelas.
“Uang itu sebaiknya dikembalikan saja. Apalagi masyarakat di kampung lagi butuh untuk perbaikan pasca bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Forum Reje Aceh Tengah, Abdul Wahid, membenarkan adanya pengumpulan dana tersebut. Ia menyebut dana masih berada di pihaknya.
“Rencana kegiatan itu dilaksanakan tahun 2025 kemarin tetapi terkendala bencana,” kata Abdul Wahid.
Namun Wahid juga mengakui bahwa belum semua kampung menyetor. Baru sekitar 50 kampung yang sudah menyerahkan dana.
“Karena ini belum terlaksana, kami akan musyawarah terlebih dahulu dengan kampung yang menyetor tentang rencana penggunaan uang tersebut,” tambah Wahid.
Salah seorang reje dari Silih Nara tadi meminta Ketua Forum Reje bertangungjawab atas dana Pelatihan koperasi Merah Putih itu dan kegiatan nihil.
“Ya Wahed itu harus bertangungjawab, karena telah memainkan dana desa dan untuk pertunjukan tak jelas dan ada dugaan paksaan,” sebut Reje di Silih Nara yang enggan namanya ditulis.
Penulis, JURNALISA