TAKENGON, KABARGAYO | Pertemuan dengan para insan pers di Gedung Ummi Pendopo Aceh Tengah, 14 Pebruary 2026 Bupati Haili Yoga menyampaikan setahun pemerintahanya tidak anti kritik dan terus berupaya mencari “jalan” terbaik membangun komunikasi yang searah dengan semua SKPK.
Pemerintahan Haili Yoga dan Muchsin Hasan telah berhalan satu tahun tepat ditanggal 18 Pebruary 2026 nanti genap satu tahun.
Dalam perjalanan satu tahun pasangan ini langsung menerima cobaan menghadapi bencana alam yang dasyat. Nan menguras tenaga dan pikiran. Namun semua dapat dilalui dengan baik dibanding daerah lain yang juga mengalami bencana.
Haili Yoga kepada wartawan mengatakan jajarannya tidak anti kritik dan terbuka untuk semua masukan untuk kebaikan bersama. “Membangun daerah ini tidak hanya sendiri atau kami pemerintahan, semua elemen harus ikut andil demi kemajuan,” ujar Haili Yoga.
Haili demikian dirinya disapa juga memaparkan kesuksesan dalam mengumpulkan Pajak Asli Daerah (PAD) selama setahun. “PAD kita ada peningkatan nilai, coba paparkan kadis Keuangan,” kata Haili menunjuk Gunawan sebagai kadis.
Disampaikan Bupati, memang belum sempurna, untuk menyatukan dan menyamakan langkah bersama SKPK butuh waktu. “Mudah-mudahan dalam tahun kedua kami akan lebih cepat melangkah untuk kebaikan daerah ini,” ungkap Haili Yoga.
Pria yang baru saja merayakan ulang tahun ini juga mengatakan, bahwa hubungannya dengan wakil bupati baik-baik saja. “Kami saling bagi peran dalam menjalankan pemerintahan ini, agar keberimbangan selalu tercapai,” jelas Haili Yoga lagi.
Setahun pemerintahan memang masih perlu keselarasan dan kekompokan Tim dalam menjalankan program tahunan.
Bupati juga meminta kepada insan pers agar terus mensuport semua lini pembangunan daerah. Tanpa pers apa yang dilakukan oleh pemerintah akan terlihat tidak ada. “Ya tanpa pers semua serasa tidak ada. Karena masyarakat umum melihat dan membaca apa yang kawan-kawan wartakan,” tutup Haili Yoga.
Dimana dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Muchsin Hasan juga sempat meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung perasaan wartawan di Aceh Tengah.
Penulis, JURNALISA