BENER MERIAH, KABARGAYO | Usaha benar tidak akan menghianati hasilnya. Seperti yang dimulai oleh Zainul Purba salah seorang mantan pegawai negeri sipil di Aceh Tengah.
Dengan tekad dan keinginan kuat agar masa tua tetap bahagia dan terarah, ditahun 2015 lalu membeli lahan seluas 6 hektar lebih di Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Musara Pakat, Dusun Gedok.
Cita-cita ini bulan tanpa alasan, Zainul yang (dulu) aktif sebagai pegawai dinas perdagangan ingin memulai ilmu baru berbisnis Durian.

Ada sebanyak 500 batang Durian dengan tiga “varian” diantaranya, Durian Musang King Gayo, Durian Kani serta Durian Duri Hitam.
Zainul merawat dengan keyakinan pada masanya apa yang dia tanam, maka hasil yang dirinya panen. Seperti ditahun 2026 ini. Sudah ada ratusan kilogram bahkan ribuan Durian dijual ke Medan (Sumatera Utara) melalui salah seorang toke.
Zainul mengungkapkan dirinya sangat teropsesi tanaman ini akan membawanya ke arah yang lebih baik di bidang ekonomi dengan pemasaran yang jelas dan tuju.

Dirinya juga mengakui bahwa ada toke-toke lokal yang datang. Dan dilayani dengan penuh hati.
“Ada juga toke lokal dan luar daerah sudah melirik buah durian yang kita tanam. Dan semoga berjalan baik,” ujar Zainul Purba saat melalukan aktivitas potong cabang, 28 January 2026.
Zainul berharap kepada masyarakat umum bersama mengembangkan tanaman durian, agar nama Gayo lebih banyak terangkat ke luar daerah selain Kopi Arabika.
Dikenang Zainul dulu, dirinya membeli tanah ini dengan harga terjangkau. “Dulu masih terjangkau. Beli tanah ditahun 2015 lalu beda dengan harga ditahun 2026 ini,” ungkap Zainul lagi.
Terkait rasa hampir tidak ada bedanya dengan Durian Musang King dari negeri tetangga (Malaysia). Musang King yang mempunyai rasa dan karakter kuat dan ketebalan isi, sungguh mengungah mulut mencinta durian.

“Kita terus berupaya setara rasa durian ini dengan daerah lain. Kita punya ini sudah tiga tahun berbuah. Dan perawatan terus kita lakukan dengan hati,” ucap Zainul.
Zainul yang mempunyai tangan dingin dalam merawat tumbuhan legit ini, selalu memberikan yang terbaik bagi konsumen.
“Kalau ada barang tidak bagus boleh kembalikan dan diganti atau kembali uang. Kita jualan untuk kepuasan konsumen dan pelanggan,” jawab Zainul menjawab pertanyaan wartawan yang hadir langsung di kebun durian.
Owner Musang King Gayo (Zainul Purba) ini juga menjelaskan kalau asal bibit Durian dari Tanjung Morawa (Medan).

Masyarakat yang ingin mencicipi sila datang ke lokasi. Dan masa panen Musang King Gayo dijelaskan Zainul Purba dibulan 12 sedangkan Durian Kani dan Durian Duri Hitam hingga bulan 4 nanti.
“Lebih cepat masa panen Musang King dari dua varian lainya,” jelas Zainul yang bersiap mendatangi beberapa pohon untuk diremajakan.
Penulis, JURNALISA